23 Desember 2008

Salah Memberikan Obat

Saat aku sudah selesai mengerjakan soal UAS 1 (IPA), ternyata waktunya masih sisa 30 menit. Kebetulan, teman sebangkuku, Dhea, juga sudah selesai mengerjakan. Kemudaian, kami mengobrol bersama dengan suara yang tidak terlalu keras. Kemudian, Bu Tiah, guru agamaku masuk ke kelasku tiba-tiba. "Buat apa Bu Tiah masuk kelas ini? Ini kan pelajaran IPA, bukan Agama?", batinku. Ternyata Bu Guru memberiku sebuah obat kapsul bersama air putih. "Mba Salma, kata ibu, mba Salma harus meminum obat ini sekarang, supaya tidak pingsan. Kalau pahit, minumlah air putih dari ibu", kata Bu Tiah. Kemudian, beliau meninggalkan kelas Va atau kelasku. Teman-temanku yang menyaksikan kejadian itu langsung memandangiku. Aku sendiri juga kebingungan. Aku kan, ngga sakit apa-apa, tapi koq dikasih obat???. "Sal, kamu sih, sakit apa? Cepetan diminum obatnya!! N'tar pingsan lho!!", kata Dhea. "Aku ngga sakit apa-apa koq! Beneran deh, sumpah!!!", kataku. "Koq kamu dikasih obat? Katamu kamu itu ngga sakit??", tanya Dhea. Aku hanya terdiam, bingung mau mengatakan apa pada Dhea. Kalau aku menjawab yang sama, pasti Dhea bertanya lagi. Aku pun mulai mencermati bungkusan obat itu. "Ooo, jadi obat ini bukan untukku, melainkan Salma yang kelas B", kataku. Memang sih, disekolah ku ada 2 orang yang namanya Salma. Satunya aku, satumya lagi anak kelas Vb. Teman-temanku membedakan kami dengan cara memanggilku "Salma A", dan memanggil Salma yang lain dipanggil "Salma B". Aku akhirnya melaporkan kejadian ini kepada Bu Guru. Akhirnya, Bu Guru mengan tar obat + air putih itu ke kelas Vb. 5 menit kemudian Bu guru masuk ke kelas ku sambil tertawa. "Hahaha.., untung saja obat itu belum kamu minum ya, Sal. Kalau sudah, mungkin kamu malah jadi sakit. Kamu kan, ngga sakit apa-apa". Aku dan Dhea tertawa kecil sementara teman-temanku yang lain bengong.

Tidak ada komentar: